Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini banyak sekali berita yang mengatakan bahwa negara Indonesia akan segera collapse.
Sebagai informasi bahwa definisi dari kata negara collapse merujuk pada kondisi yang sangat ekstrim dimana suatu negara mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsi-fungsi dasar pemerintahan, hukum, ekonomi, dan jaminan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa sampai saat ini telah terdapat 7 negara di dunia yang mengalami collapse dan krisis ekonomi terparah, negara tersebut meliputi Sri Lanka pada tahun 2022, Venezuela pada tahun 2017, Yunani pada tahun 2010-2015, Argentina pada tahun 2001 dan 2014, Zimbabwe pada tahun 2008, Islandia pada tahun 2008, dan Ghana pada tahun 2022.
Diketahui, terdapat sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi suatu negara collapse, yakni meliputi hutang luar neger serta defisit kronis, krisis moneter serta inflasi yang cukup tinggi, ketergantungan terhadap Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak berkelanjutan, dan Guncangan Ekonomi Eksternal seperti konflik global maupun krisis global.
Baru-baru ini, banyak sekali berita nasional yang menggiring opini bahwa negara Indonesia akan segera collapse pada beberapa tahun kedepan, dan puncaknya pada tahun 2030.
Bahkan, berita tersebut juga divalidasi oleh para influencer maupun pakar ekonom digital di platform sosial media seperti Instagram, X, dan TikTok.
Kabar tentang negara Indonesia akan collapse tersebut juga sempat menjadi trending topik di sejumlah kanal berita nasional.
Karena banyaknya berita tersebut, maka saat ini banyak sekali pihak atau oknum yang tidak suka dengan gaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, bahkan sebagian dari mereka juga sempat mengolok-olok program unggulan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Meskipun banyak yang mengolok-olok, tetapi sebagian besar masyarakat juga tetap mendukung program ungulan Prabowo-Gibran, dan terus mendukung pemerintah agar dapat berjuang untuk meningkatkan perekonomian nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.
Karena banyak spekulasi liar di internet dan sosial media, maka banyak warganet yang bertanya-tanya tentang kebenaran kabar tersebut.
Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto turut memberikan tanggapan mengenai kabar yang beredar bahwa negara Indonesia akan segera collapse dalam beberapa waktu kedepan.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, ramalan tentang Indonesia collapse adalah ramalan yang tidak benar, dan hanya celotehan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, masa depan negara Indonesia adalah masa depan yang cerah dan penuh dengan harapan.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Pada saat menyampaikan hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga disoraki oleh para karyawan yang bekerja di kawasan IWIP dengan penuh antusiasme yang tinggi dan kebanggaan terhadap pemerintahan sekarang.
Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa saat ini pemerintah telah mempunyai 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana pada kendaraan listrik buatan anak bangsa Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto juga menjelaskan bahwa Nation building adalah sebuah perjuangan dan perjalanan panjang. Nation building is a long march. Nation building is a long march. Ini bagian dari long march itu. Kita menarik energi dan semangat dari masa lalu, kita gerakan semangat dan energi hari ini untuk kita maju lebih semangat, lebih energi di masa depan.
Resmikan Proyek Hilirisasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368686/original/081720600_1791444795-Screenshot_2015-10-08_143159.jpg)
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga meresmikan peluncuran 11 program hilirisasi dan ekspor kendaraan listrik perdana di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa 11 proyek hilirsasi tersebut telah mencapai angka 10,2 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp 180 triliun.
Proyek hilirisasi tersebut terbagi menjadi sejumlah pemanfaatan, yakni 4 proyek difokuskan untuk industri dan produksi, sedangkan 7 proyek lagi akan difokuskan dalam industri IWIP.
Proyek hilirisasi yang dibangun oleh negara Indonesia tersebut juga melibatkan kolaborasi antar sejumlah pihak, yakni meliputi PT REPT Batero Indonesia, PT Blue Sparking Energy, PT Pioneer Alumunium Industries, PT XCMG Indonesia Manufakturing, PT Guang Ching Nikel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Alumunium, PT Bindang Karya Alumunium, PT Flat Solar Energy Indonesia, dan PT Foton Cuanging Motor Indonesia.
Keberhasilan negara Indonesia dalam membangun 11 program hilirisasi nikel dan ekspor kendaraan listrik tersebut menjadi bukti bahwa masa depan negara Indonesia akan cerah serta menjadi pusat investasi dunia.
Oleh karena itu, dapat dipastikan bahwa ramalan negara Indonesia akan collapse adalah ramalan yang hoax dan tidak sinkorn dengan data yang ada.
